joomlarulit.com

images/logo.jpg

Danau Biru Sawahlunto Kini Jadi Pesona Baru Sumatera Barat

SAWAHLUNTO - Sumatera Barat memiliki banyak daerah dengan potensi wisata yang bagus. Salah satunya adalah Sawahlunto yang merupakan daerah penghasil batubara. Sebagai penghasil batubara, banyak lahan yang digali, tak jarang banyak lahan bekas galian batubara yang ditinggalkan. Namun kini bekas galian tersebut diubah menjadi danau yang indah untuk dikunjungi. Bahkan bisa dibilang kini danau tersebut menjadi obyek wisata untuk warga setempat maupun pengunjung dari luar kota.
Danau bekas galian tambang batubara yang kini kerap dikunjungi masyarakat adalah Danau Biru Sawahlunto. Danau yang juga disebut Tamosu oleh warga setempat ini terletak sekira 13 kilometer dari Kota Sawahlunto.

Tepatnya di Parambahan, Kecamatan Talawi, Kabupaten Sawahlunto, Sumatera Barat. Danau Biru Sawahlunto berada di galian yang cukup dalam. Warnanya yang biru pekat sekilas mengingatkan pada Danau Kelimutu di Ende, Flores. Selain Danau Kelimutu, Danau Biru Sawahlunto juga terlihat seperti Danau Kaolin di Bangka maupun Belitung. Hanya saja tidak dikelilingi dengan bebatuan berwarna putih.

Danau ini dikelilingi oleh pohon-pohon yang tumbuh subur dan berjejer rapi. Memberikan pemandangan yang sempurna, apalagi untuk diabadikan ke dalam kamera dan dibagikan ke media sosial. Jika dilihat dari atas, Danau Biru Sawahlunto terlihat biru pekat di bagian tengahnya dan terlihat sedikit hijau di tepiannya. Danau ini dikelilingi hutan hijau dan tanah lintasan galian batubara berwarna putih.

Untuk mencapai danau ini, anda harus melewati Taman Satwa Kandi. Dari Taman Satwa Kandi, anda harus melanjutkan perjalanan sekira 6 kilometer untuk sampai ke danau. Datanglah menggunakan kendaraan roda dua. Karena jalan menuju danau tidak halus, melainkan jalanan tanah dan berbatu yang lumayan tajam. Jika ingin menikmati pemandangan Danau Biru Sawahlunto yang sedang hits ini, anda harus naik hingga ke bukit. Dari sana, lanskap Danau Biru Sawahlunto dan sekelilingnya terlihat dengan jelas.

Bawalah bekal makanan dan minuman sendiri karena sulit menemukan penjual makanan di sana. Namun setelah itu, bawa kembali sampahnya dan jangan tinggalkan di sekitar Danau Biru karena dapat mengganggu lingkungan.