joomlarulit.com

images/logo.jpg

Serunya Menyaksikan Banteng Liar di Cidaon Banten

Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Banten menawarkan banyak destinasi wisata alam yang indah. Selain wisata bahari, taman nasional pertama di Indonesia ini juga menawarkan petualangan untuk menyaksikan fauna asli Ujung Kulon.

Salah satu tujuang favorit di Ujung Kulon yaitu padang penggembalaan banteng (bos javanicus) di Cidaon. Wisatawan dapat menyaksikan kawanan banteng liar merumput, meski tidak diperbolehkan berada terlalu mendekat. Hamparan rumput dan rimbunnya pohon di sekitar padang rumput membuat petualangan di Ujung Kulon akan terasa menyenangkan.

Menikmati banteng liar di Cidaon dilakukan pada waktu-waktu cerah, saat-saat banteng biasa merumput. Biasanya, banteng Cidaon dapat diamati pagi hari pukul 6.00-7.30 WIB atau sore hari pukul 16.30 WIB. Beberapa pengunjung menyebut petualangan di Cidaon seperti di Afrika. Seperti yang mereka lihat di televisi.

Pengamatan dilakukan dari sebuah pos yang sengaja disediakan bagi pengunjung. Namun, pengunjung yang berani bisa burun dan lebih mendekat ke arah kawanan banteng yang sedang merumput, tentu jarak tetap harus dijaga. Terutama bagi Anda yang hobi kegiatan fotografi, berburu gambar di Cidaon tentu memberikan pengalaman tersendiri.

Padang rumput Cidaon berada di ujung "kepala" Taman Nasional Ujung Kulon, berdekatan dengan Pulau Peucang. Untuk menuju Cidaon, wisatawan bisa mengawali dari Pulau Peucang. Pulau Peucang ditempuh melalui perjalanan laut dari Kecamatan Sumur atau Labuan.

Sebaiknya, perjalanan ke Pulau Peucang secara rombongan agar perjalanan wisata Anda lebih meringankan kantong. Akses menuju Pulau Peucang menggunakan kapal sewa dari Kecamatan Sumur, sekira 2-3 jam perjalanan. Akses lain yang banyak menyediakan jasa perjalanan wisata yaitu dari Labuan menuju pulau-pulau kecil di Ujung Kulon. Labuan-Pulau Peucang memakan waktu 4-5 jam perjalanan.

Setelah menyeberang dari Pulau Peucang, Anda harus berjalan kaki ke Cidaon kurang lebih 250 meter. Selain melalui Pulau Peucang, padang pengembalaan Cidaon juga bisa ditepuh melaui jalur darat, yaitu dengan menyusuri pantai selatan. Perjalanan melalui darat ini tentu memakan waktu lebih lama sampai berhari-hari, meski bagi Anda yang hobi trekking jalur ini selalu menjadi pilihan.

Selain Banteng, bila sedang beruntung, Anda juga dapat melihat hewan lain seperti burung merak dan ayam hutan. Sekali lagi, menikmati hewan liar di padang rumput Cidaon tidak boleh terlalu dekat karena dikhawatirkan menggangu aktivitas makan hewan-hewan tersebut. Jika pun Anda berkesempatan untuk turun dari menara dan lebih mendekat, tentu harus mendapat izin dari petugas berwenang.

Berwisata ke Taman Nasional Ujung Kulon akan memberikan pengalaman tersendiri. Padang rumput Cidaon hanya salah satu dari sekian banyak keindahan di ujung barat Pulau Jawa ini.

 

Sumber: merahputih.com