joomlarulit.com

images/logo.jpg

Wisata Heritage Kampung Batik Trusmi Cirebon

Ketika liburan tiba dan berencana untuk liburan ke Cirebon, jangan lupa untuk mampir ke Kampung Batik Trusmi Cirebon. Cirebon yang terkenal mempunyai banyak karya seni ini mempunyai seni Batik yang khas dan berbeda dari daerah lain.

Cirebon sendiri memiliki beberapa jenis kain batik, contohnya Batik Patran Keris, Sawat Penganten, Gunung Giwur, Simbar Menjangan, Simbar Kendo, Katewono, Ayam Alas, Banjar Barong, Patran Kangkung, Singa Payung, Paksinaga Liman dan yang paling terkenal adalah Batik trusmi dan Batik Mega Mendung. Batik Trusmi sendiri lebih dikenal sebagai batik pesisir, ini disebabkan oleh posisi Kota Cirebon yang berada di pesisir pantai utara.

Tidak bisa dipungkiri bahwa batik sangat terkenal di kalangan orang indonesia. Tak hanya itu, sejak masuknya batik di dalam warisan UNESCO sebagai warisan budaya internasional membuatnya semakin banyak orang yang menggandrunginya. Batik sendiri mempunyai sejarah yang sangat panjang.

Menurut Hamsuri yang pernah menulis tentang sejarah batik mengatakan bahwa seni batik adalah seni memberi hiasan pada kain dengan cara menutupi bagian tertentu dengan menggunakan perintang. Secara etimologis, kata batik berasal dari bahasa jawa “tik” yang mempunyai arti titik seiring berjalannya waktu istilah tik menjadi batik.

Batik sendiri telah ada semenjak zaman Majapahit pada mulanya hanya diperuntukkan untuk kaum keraton tetapi oleh para abdi dalem seni batik ini dibawa keluar keraton dan akhirnya berkembang di tengah-tengah masyarakat. Perkembangan batik bermula di daerah Mojokerto, sedangkan di Jawa Timur, batik pertama kali berkembang di daerah Tulung Agung yang dulunya bernama Bonorowo, pertempuran Adipati dengan Majapahit yang akhirnya dimenangkan oleh Majapahit inilah yang membawa seni batik ke daerah Tulung Agung.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan batik Mojokerto dan batik Tulung Agung banyak mendapat pengaruh dari batik Yogyakarta. Sedangkan di Banyumas sendiri, batik mulai dikenal pada tahun 1830 yaitu setelah berakhirnya perang Diponegoro. Batik Banyumas awalnya dibawa oleh para pengikut pangeran Diponegoro, ternyata batik ini sendiri tidak hanya berkembang di wilayah Jawa Tengah, tetapi juga di wilayah Jawa Barat ini disebabkan banyak orang dari Jawa Tengah yang memutuskan untuk bermigrasi ke daerah Jawa Barat.

Sedangkan di Cirebon, batik berasal dari kalangan keraton. Kampung Batik Trusmi sebenarnya hampir mirip dengan kampung Batik Laweyan di Solo. Kampung yang terletak di kecamatan Plered, kabupaten Cirebon ini terkenal dengan berbagai macam kerajinan tangan.

Daya Tarik Utama Kampung Batik Trusmi Cirebon

Ketika memasuki kawasan Kampung Batik Trusmi Cirebon, anda akan disuguhkan pemandangan toko souvenir yang berjejeran. Banyak tokoh yang menawarkan berbagai macam barang-barang yang bermotifkan batik. Toko Batik Trusmi adalah  satu toko yang paling terkenal di daerah ini. Ada saat-saat tertentu karyawan toko secara spontan melakukan tarian untuk menarik dan menghibur para wisatawan.

Kegiatan yang Dapat Anda Lakukan di Kampung Batik Trusmi Cirebon

Kampung Batik Trusmi memiliki konsep one stop shopping. Mengapa? Sebab dengan mengunjungi tempat ini, anda dengan mudah menemukan oleh-oleh khas Cirebon, contohnya;

1. Berbelanja baju batik
2. Membeli kain batik untuk keperluan desain lain
3. Disini juga terdapat helm yang bermotif batik
4. Wisata Kuliner, mencoba berbagai macam makanan khas Cirebon salah satunya Empal Gentong
5. Mencoba belajar membatik yang disediakan beberapa toko yang mempunyai workshop

Bercerita tentang Cirebon memang tidak ada habisnya. Wisata yang begitu banyak sangat memanjakan para wisatawan. Selain memiliki wisata seni dan alam, Cirebon juga memiliki wisata religi yaitu Makam Sunan Gunung Jati. Memang Cirebon merupakan kota yang cukup dikenal imbas dari sosok seorang mubalig dan seorang sufi yang bernama Sunan Gunung Jati. Di makam ini terdapat pasir Malela yang dibawa oleh Pangeran Cakrabhuwana dari Mekkah. Kompleks makam yang luasnya sekitar 4 hektar ini dijadikan sebagai objek wisata spiritual. Makam ini akan penuh sesak di hari Jumat Kliwon, Grebeg Syawal, Maulid Nabi Muhammad SAW. Kota yang dijuluki sebagai kota udang ini memang sangat menarik untuk dibahas apalagi tentang kesenian Batiknya dan Kampung Batik Trusmi Cirebon yang begitu tersohor di kalangan pecinta batik dunia.

 

Sumber: donymagazine.com