joomlarulit.com

images/logo.jpg

Harga Cabai Kian Anjlok

Harga komoditas cabai di Kabupaten Rejang Lebong dalam beberapa hari terakhir kembali mengalami penurunan.  Dimana sebelumnya harga cabai merah turun dari menjadi Rp 10 ribu dan saat ini justru kian turun menjadi Rp 5 ribu.

“Sekarang harganya hanya Rp. 8 ribu untuk jenis cabai keriting, kalau cabai besar paling tinggi Rp. 5 ribu per Kg, sedangkan untuk cabai hijau sendiri paling berkisar Rp. 2 ribu per Kg,” sampai Suhendar (38) petani cabai Desa Kampung Baru Kecamatan Selupu Rejang Jumat (7/6).

Menurut Suhendar, harga cabai di tingkat petani di Kabupaten Rejang Lebong terus merosot sejak mendekati Ramadhan lalu yaitu tepatnya 7 hari sebelum ramadhan. Menurut Suhendar 7 hari sebelum ramadhan harga cabai masih sempat berada di angka Rp 20 ribu per Kg untuk jenis cabai keriting dan Rp 18 cabai besar atau mulsa, kemudian tiga hari sebelum ramdhan harganya kembali anjlok diangka Rp 13 ribu untuk cabai keriting dan Rp 8 ribu jenis cabai mulsa.

“Kita berharap harga cabai ini tidak turun lagi, namun kita berharap agar kembali naik sehingga petani tidak terus merugi,” harap Suhendar.

Masih menurut Suhendar, dengan turunnya harga cabai ditingkat petani itu tak sedikit petani yang mengalami kerugian, dimana tidak menurutnya saat ini banyak kalangan petani cabai yang baru masuk musim panen sedangkan harganya tidak mendukung.

Hal senada juga diungkapkan Mardi (29) petani cabai di Desa Mojorejo kecamatan Selupu Rejang, menurutnya banyak kalangan petani yang merugi karena untuk mengusahakan tanaman yang memiliki buah pedas itu modal yang dikeluarkan tidak sedikit.

“Dengan harga jual seperti sekarang, jagankan mendapat untuk untuk mengembalikan modal saja sulit, karena untuk lahan seluas setengah hektar saja modal yang dikeluarkan capai belasan juta karena sudah masuk untuk biaya upah, biaya pupuk, pestisida dan sebagainya,” jelas Mardi.

Untuk penyebab dari anjloknya harga cabai ini sendiri, Mahdi mengaku belum mengetahui persis sebabnya, namun menurutnya kemungkinan besar karena masuknya pasokan cabai dari luar

Rejang Lebong khususnya dari Pulau Jawa. Mahdi memprediksi anjloknya harga cabai ini sendiri akan berlangsung hingga Bulan September mendatang.

“dengan melihat kondisi yang ada, kita memprediksi anjloknya harga cabai ini akan berlangsung lama, hingga lebaran Idul Adha nanti,” tambahnya.

Agar bisa mendapat keuntungan dari aktifitas bercocok tanam tanaman yang menghasilkan rasa pedas tersebut. Menurut Mahdi minimal harga cabai ditingkat petani sebesar Rp 15 ribu.
Sementara itu, untuk dikalangan pedagang, berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress disejumlah pasar di Kota Curup harga cabai saat ini hanya berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 18 ribu per Kg.

SUMBER BERITA : BENGKULU EKSPRESS