joomlarulit.com

images/logo.jpg

Padang Minim Rambu Lalin

Kemacetan di sejumlah titik masih menjadi momok menakutkan bagi warga kota, terutama pada jam-jam sibuk. Selain kepadatan jumlah kendaraan, kondisi ini dipicu oleh kurangnya jumlah rambu-rambu lalu lintas (lalin), rendahnya kesadaran warga mematuhi aturan berlalu lintas, serta manajemen rekayasa lalu lintas yang tidak baik.

Pantauan Padang Ekspres selama dua hari; Selasa (1/8) dan Rabu (2/8), terlihat kemacetan di sejumlah ruas jalan. Seperti jalan di sekitar Bypass Lubeg, Bypass Kampus Unand, Bypass Duriantaruang, Bypass Balaibaru Jati, Ulakkarang, serta Airtawar terutama  pagi dan sore hari. Di sisi lain, ada beberapa traffic light yang tidak berfungsi baik. Salah satunya di simpang Anduriang. “Ada rambu-rambu saja masih banyak yang langgar, apalagi tidak ada, atau kurang jelas,” kata Harisan Aprianggi, 28, pengendara yang tinggal di Gunuangpangilun, dan mengaku sering menggunakan sepeda motor di Padang.

Sejumlah pengendara lain berharap, di jam-jam padat kendaraan, seperti pagi dan sore hari, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) dan kepolisian menempatkan petugasnya di sejumlah lokasi yang rawan kemacetan. Anto, 35, contohnya, berharap pemerintah juga tegas terhadap angkot-angkot yang berhenti sembarangan.

Pengamat transportasi dan lalu lintas dari Universitas Andalas (Unand), Yossyafra menilai, koordinasi pihak-pihak terkait seperti Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian mesti ditingkatkan lagi. Hal ini menyangkut rekayasa, penegakan hukum bagi pelanggar serta manajemen lalu lintas yang seharusnya dievaluasi kembali.

“Begitu juga dengan rambu-rambu lalu lintas. Kalau diukur dari standarnya, saya menilai masih kurang. Diharapkan dengan adanya wajah baru di tubuh Dishub sekarang ini, segala permasalahan yang terkait dengan lalu lintas seperti kemacetan, dapat diatasi sesegera mungkin,” ujarnya. Di sisi pengguna jalan, ia menilai kesadaran untuk mematuhi lalu lintas juga masih kurang.

Hal ini disebabkan sebagian masyarakat masih buta terhadap rambu-rambu lalu lintas. Selama ini, masyarakat akan patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas jika ada petugas yang mengawasinya. Oleh sebab itu, ia menganjurkan adanya pendidikan berlalu lintas bagi masyarakat. Pendidikan tersebut dapat dimulai dari bangku sekolah. Bisa melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dan sebagainya.

Kemudian, lanjutnya, pemerintah dapat memaksimalkan berbagai media serta baliho yang ada. Dan tak lupa, petugas Dishub maupun petugas dari kepolisian, harus senantiasa berada di berbagai titik kemacetan terutama di pagi dan sore hari. “Penegakan hukum bagi pengguna jalan termasuk pengendara angkot, mesti ditegakkan sesuai aturan yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Padang, Armizoprades menyebutkan, tahun 2012 lalu, seluruh jalan di Kota Padang perlu penambahan sebanyak 1.000 unit rambu-rambu lalu lintas. Namun, hingga tahun 2017 ini, baru 500 unit yang telah dipasang. Angka tersebut, menurutnya, sudah termasuk penambahan 51 unit rambu lalu lintas hingga pertengahan tahun 2017.

Sedikitnya penambahan rambu-rambu lalu lintas tersebut disebabkan dana yang dianggarkan juga terbatas. “Tidak hanya itu, sebagian rambu-rambu lalu lintas yang sudah kami pasang, banyak di antaranya hilang karena dicuri oleh oknum-oknum masyarakat. Mengenai adanya traffic light yang rusak dan sudah lama tidak berfungsi, kami akan mencarikan solusinya. Apakah diganti atau diperbaiki,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Padang, Dedi Henidal mengatakan, pihaknya akan meningkatkan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi akhir-akhir ini. Di samping itu, pihaknya juga akan memperbanyak rambu-rambu lalu lintas. Khusus traffic light, akan ada penambahan dan perbaikan di sejumlah titik. Seperti Simpang 4 Jalan Bypass menuju Lubuk Minturun serta Jalan Bypass menuju Duriantaruang.

“Saya mendapatkan informasi bahwasanya traffic light simpang 4 Jasa Raharja itu, dan kejadian serupa di tempat lain, mengalami kerusakan. Di sini saya tegaskan, bahwa traffic light- traffic light tersebut tidak rusak. Dan itu sudah sesuai dengan sistem yang sebenarnya. Ke depannya, kami akan rutin mengecek seluruh traffic light yang telah ada. Jika ada yang tertutup kayu pepohonan, akan segera diatasi,” ungkapnya.

Sementara, untuk meningkatkan kesadaran pengendara, pihaknya akan memaksimalkan peran berbagai media. Seperti videotron yang ada di berbagai lokasi. Bagi pelajar, sebenarnya dalam kegiatan Pramuka, sudah diajarkan untuk tertib berlalu lintas. Dedi mengajak kepada masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Kepatuhan berlalu lintas erat kaitannya dengan keselamatan pengguna jalan.

Dedi berjanji, hukuman bagi pelanggar lalu lintas, akan semakin ditegakkan tanpa pandang bulu.