joomlarulit.com

images/logo.jpg

Baru Diperbaiki, Jalan Provinsi di Simpang Gayam Rusak Kembali

KALIANDA - Perbaikan jalan provinsi yang menghubungkan jalan lintas Sumatera Simpang Gayam, Kecamatan Penengahan dan Jalan lintas pantai timur simpang lima, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, diduga dikerjakan asal jadi.

Pasalnya perbaikan jalan dengan sistem beton, hotmix dan tambal sulam itu baru selesai dikerjakan akhir tahun 2017 lalu, sudah mulai rusak  disejumlah titik. Pantauan, terdapat beberapa titik jalan provinsi sepanjang kurang lebih 10 km itu yang mulai rusak. Diantaranya pada ruas areal persawahan desa Tetaan, kecamatan Penengahan, ruas Dusun Cilacap desa Karangsari, Dusun Siringdalam, desa Sri Pendowo, dan desa Bangunrejo kecamatan Ketapang. Dimana pada ruas jalan rusak tersebut material berserakan dan berlubang.

Menurut Mulyono, warga dusun Cilacap, desa Karangsari, kecamatan Ketapang, masyarakat pengguna jalan dan warga yang berada di sepanjang jalan provinsi sangat senang saat jalan yang kondisinya rusak parah sejak bertahun tahun lalu itu diperbaikan sejak September dan selesai akhir tahun 2017 lalu. Namun warga kembali kecewa, ketika jalan yang mulus itu sudah ditemui beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan.

“Kualitas perbaikan jalan provinsi ini rendah, terutama yang menggunakan aspal maupun tambal sulam. Sudah ada yang rusak. Berbeda dengan perbaikan dengan riggit beton. Masih kokoh, padahal pekerjaannya duluan riggit beton,” kata Mul warga dusun Cilacap desa Karangsari kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Selasa (9/1/2018).

Ia memperkirakan perbaikan jalan provinsi maupun tambal sulam tidak akan bertahan lama. Hal ini, ujarnya, terbukti sudah didapati sejumlah ruas jalan yang mulai rusak. “Padahal kami mendambakan perbaikan sudah sangat lama. Namun kami kecewa, jalan baru diperbaiki sudah mulai rusak lagi. Saya yakin tidak sampai satu tahun jalan sepanjang kurang lebih 10 km yang diperbaiki ini akan hancur kembali,” ujarnya dengan nada kecewa.

Hal senada diungkapkan Baker (34), salah seorang pengguna jalan, warga desa Kemukus,  Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Ia semula mengaku senang saat jalan penghubung jalan raya simpang Gayam - simpang Ketapang diperbaiki. Ia berharap, pemerintah maupun wakil rakyat bisa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan jalan di kecamatan Ketapang, sehingga pekerjaan tifak asal-asalaan.

 

Sumber: Lampost.co

Top