joomlarulit.com

images/logo.jpg

Besok, Sistem Pemilahan Jalur Berlaku di Jalan Margonda

DEPOK - Setelah masa uji coba, penerapan sistem jalur lambat dan cepat mulai berlaku di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Kamis, 1 Februari 2018. Penerapan sistem dilakukan guna mengatasi persoalan kemacetan Margonda.

"Sudah mulai diaplikasikan untuk motor dan angkutan umum," kata Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Depok Yusmanto saat dihubungi, Rabu, 31 Januari 2018.

Penerapan sistem jalur Margonda mulai berlangsung pada Kamis, 1 Februari 2018. Hingga H-1 menjelang pemberlakuan, petugas Dishub dan Kepolisian Resort Kota Depok turun langsung mengawasi arus kendaraan yang melintasi Margoda.

Hal tersebut dilakukan sebagai bagian persiapan pemberlakuan jalur. Hampir saban hari, polisi lalu lintas juga menertibkan pengendara sepeda motor dan mobil yang parkir atau mangkal di area jalur lambat.

Rambu-rambu petunjuk pemilahan jalur pun telah terpasang di Margonda. Setelah sosialisasi dirasa cukup, sistem jalur siap berlaku di jalan utama Depok tersebut.‎ "Kalau besok kita paksa orang masuk jalur," ucap Yusmanto.

Petugas yang berjaga tak segan-segan mencegat pengendara yang salah masuk jalur. "Jangan lagi motor masuk jalur cepat di kanan, begitu juga dengan angkutan umum," tuturnya. Jalur cepat hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda empat yang tak memiliki urusan berhenti di tepi Margonda.

Petugas yang terdiri dari kepolisian dan Dishub bakal melakukan patroli dan mengatur lalu lintas di titik masuk dan keluar jalur lambat. Kendati telah berlaku, Yusmanto mengatakan penindakan berupa tilang belum dilakukan terhadap pelanggar jalur oleh kepolisian.

Tilang hanya dikenakan bila pengguna jalan tak memiliki surat izin berkendara atau melakukan pelanggaran lalu lintas lainnya. Meski demikian, lanjutnya, penindakan bakal dilakukan jika penerapan sistem jalur tak berdampak.

"Kalau dalam prosesnya itu belum mengurangi (kemacetan) dan berdampak signifikan mungkin kita akan melakukan upaya yang lebih keras lagi," ucapnya.

Petugas akan ditempatkan di sepanjang Margonda dan rutin melakukan razia dalam penindakan ke depan. Ancaman denda atau Tilang pun mengintai pengendara yang tetap melanggar kendati sistem pemilahan jalur telah berlaku.

Yusmanto tak menampik jalur lambat masih belum steril dari ojek - ojek aplikasi online yang mangkal. Padahal, penertiban kerap dilakukan petugas. "Kita datang kita halau, dia pergi, kita pergi dia datang lagi," ujarnya.

Untuk itu, petugas gabungan kepolisian dan Dishub berencana mengintensifkan penertiban selepas penerapan sistem jalur. "Nanti kita clear-kan," ujar Yusmanto.

Petugas, tuturnya, juga akan mencabut pentil atau mengempesi ban pengendara yang parkir sembarangan. Yusmanto menghimbau masyarakat menaati aturan pemilahan jalur di Margonda. "Mohon dapat dipatuhi demi kelancaran bersama," ucapnya.


Sumber: Pikiran-rakyat.com

Top