joomlarulit.com

images/logo.jpg

Rakor BUMN di Bengkulu, Rohidin Sampaikan Potensi Bengkulu Untuk Dikembangkan Bersama BUMN

BENGKULU – Rapat koordinasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) digelar di Aula Hotel Grage Horizon Bengkulu Rabu siang, (22/11). Dalam sambutannya Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Megajak BUMN bekerja bersama mendorong sumber daya yang dimiliki Bengkulu agar tercipta kemajuan yang besar untuk Provinsi Bengkulu.

Rohidin mengatakan, Provinsi Bengkulu mempunyai beberapa potensi sumberdaya alam yang besar dan Bengkulu terletak ditengah Samudra namun ditutupi oleh hutan lindung sehingga suberdaya tersebut keluar dari jalur yang berbeda-beda di luar Bengkulu.

Lanjutnya, Bengkulu punya pelabuhan Pulau Baai yang dikelola oleh Cabang Plindo II anak dari BUMN, dimana Pulau Baai merupakan pelabuhan yang berada di mulut samudra dengan lahan 1200 Hektar lebih dan mempunyai tanah yang subur, air yang bersih serta dekat pusat kota.

Sambung Rohidin, posisi Bengkulu yang terletak di samudera Indonesia sehingga dapat menjadi pintu gerbang Sumatera dalam menghubungkan Sumatera kedaerah lainnya didalam dan diluar negri.

Rohidin juga menyampaikan, Bengkulu mempunyai bandara Fatmawati yang belum menjadi bandara bertaraf internasional dengan kondisi yang sangat sederhana, sedangkan bandara tersebut berada di pusat Provinsi Bengkulu, maka perlu dipikirkan untuk bagaimana membangun bandara yang lebih baik dengan kerjasama pada anak usaha BUMN.

Karena menurut pandangan Rohidin, kalau bandara Fatmawati sudah bertaraf internasional maka akan dapat memperlancar kerjasama dengan para calon investor dan pengiriman jamaah haji yang selama ini di kirim terlebih dahulu keluar provinsi karena status bandara yang belum bertaraf internasional.

“Kalau Pulau Baainya sudah dikembangkan dengan bagus kemudian bandaranya bisa dipersolek lebih bisa dipercantik dengan fasilitas yang lebih besar kemudian kita dorong dengan perekonomian CPO, Kopi dan karet dan tidak lagi keluar lewat pintu-pintu darat itu akan luar biasa berpengaruh ke Bengkulu,” kata Rohidin.

Rohidin juga meminta izin kepada Mentri BUMN Rini Soemarno dan seluruh jajarannya untuk memberi dukungan pemerintah Provinsi Bengkulu mengangkat kisah dari istri presiden pertama RI yang asli orang Bengkulu yaitu Fatmawati yang juga menjadi pahlawan nasional dijadikan sebuah film di layar lebar.

“Saya kira ini perlu mendapatkan dukungan dari bapak/ibu sekalian paling tidak memberikan spirit, do’a, dukungan moral buat kami sekalian agar mimpi kita ini pertengahan akhir 2018 nanti kita sudah menyaksikan dilayar lebar,” ujar Rohidin.

 

Sumber: reportaserakyat.com

Top