joomlarulit.com

images/logo.jpg

Rekayasa Lalu Lintas Underpass Dikeluhkan Warga

BANDAR LAMPUNG - Pengerjaan Underpass Unila di sepanjang Jalan ZA Pagar Alam resmi dikerjakan pada (15/4/2018). Underpass tersebut direncanakan selesai pada akhir tahun 2018.

Rekayasa lalu lintas yang sudah dibuat forum lalu lintas pun sudah diberlakukan, mulai hari ini. Namun pengerjaan proyek Pemkot Bandar Lampung meninggalkan pekerjaan rumah. Jalan ZA Pagar Alam ternyata dilanda kemacetan yang mengular. Kendaraan yang melaju dari Jalan ZA Pagar Alam yang hendak menuju Unila, Jalan Pramuka, dan menuju Natar hanya melaju dengan kecepatan sekitar 10 km per jam.

Kemacetan mulai terjadi di depan kantor United Tractor dan makin parah ketika memasuki pertigaan Unila, terjadi penyempitan jalan karena setengah badan jalan sudah ditutupi dengan pembatas. Sehingga maksimal hanya satu mobil dan satu motor yang bisa melaju, itu pun dalam keadaan lambat. Hal itu diperparah karena beberapa kendaraan roda empat terlihat memarkir di depan Mall Robinson.

Dari arah sebaliknya kemacetan juga terjadi di depan Mall Robinson, karena terjadi penyempitan jalan akibat badan jalan yang dibor sehingga maksimal hanya satu kendaraan roda empat dan dua yang bisa melintas, namun ketika sampai pertigaan Unila, jalur kembali melebar. U-turn di depan Dinas PU Provinsi Lampung dekat terminal Rajabasa juga kini ditutup.

Pemantauan selanjutnya, traffic light di pertigaan Unila juga sudah dicopot, kini pengendara dari Unila yang ingin melaju ke arah Rajabasa harus memutar di u-turn depan diler Kawasaki. Namun faktanya u-turn di depan Museum Lampung yang telah ditutup dengan beton portbale, dibongkar oleh warga. Sehingga menjadi titik berputar. Padahal u-turn tersebut sudah ditutup berdasarkan rekomendasi dari forum lalu lintas Bandar Lampung.

Maulana Yahya (17) warga Jalan Abdul Muis, Bandar Lampung, mengeluhkan kondisi macet tersebut. Dari kediamannya ia keluar menggunakan kendaraan roda empat hendak menuju ke Jalan Pramuka. Ketika ia memutar di depan Akper Panca Bhakti, ia langsung terjebak macet, pada pukul 13.00 WIB. "Tadi saya mau ke tempat kawan, tiba-tiba pas jalan macet, sampai keluar Ramayana Robinson, ada sekitar 30 menit," ujarnya.

Ia juga mengeluhkan, pengerjaan underpass tersebut yang memakan waktu hingga delapan bulan. Apalagi jelang bulan suci Ramadhan, pasti volume kendaraan meningkat, para penjaja takjil juga dimungkinkan bisa menambah kemacetan. "Bisa gila lama-lama kalau delapan bulan," kata siswa SMA swasta di Bandar Lampung itu. Pengendara lainnya Risgianto, warga Bandar Jaya Lampung Tengah, juga mengeluhkan macetnya Jalan ZA Pagar Alam.

Ia hendak menuju toko sparepart yang terletak di Mangga Dua, Telukbetung Selatan. Ketika tiba di depan SPBU dekat terminal Rajabasa, ia pun terjebak macet. "Saya berangkat dari pagi pada pukul 11.00 WIB lewat disana macet, sampai pertigaan Unila," katanya.

 


Sumber : http://www.lampost.co/berita-rekayasa-lalu-lintas-underpass-dikeluhkan-warga

Top